MENGUKUHKAN SIKAP TOLERANSI SEJAK DINI

Cirebon, 28/7/2011. Menyikapi gejala-gejala egoisme sebagian kelompok di Indonesia dan terkesampingkannya sikap toleransi dalam keberagaman, maka, pendidikan dan kampanye toleransi dalam keberagaman dirasakan sangat perlu untuk digelar dalam negara majemuk ini. Diantara proses dakwah toleransi tersebut adalah dengan mengadakan dialog-dialog lintas kelompok guna membangun keterbukaan dan menjalin rasa persaudaraan dengan lebih erat. Hal tersebut seperti yang telah dilakukan oleh PC. IPNU-IPPNU Kab. Cirebon hari Kamis kemarin, sebuah diskusi dengan tajuk Seminar Kebangsaan Pelajar Lintas Agama telah dilaksanakan di gedung NU Center Sumber-Cirebon. Seminar tersebut mengangkat tema: “Mengukuhkan Nilai-nilai Toleransi Sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa”.

Ketua panitia, A. Nizar Idris dalam sambutannya mengatakan bahwa ditingkat pelajar dan dunia pendidikan dialog seperti ini sangat diperlukan, mengingat makin maraknya kekhawatiran tentang hal-hal yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. “Selain sebagai media tukar pikiran, tentu saja acara ini juga merupakan wahana silaturrahmi berbagai penganut agama di tingkat pelajar, tujuannya, agar terjalin persaudaraan yang lebih erat dalam negeri multikultural ini”. Lanjutnya.

Hadir sebagai pembicara dalam kesempatan diskusi ini adalah KH. Usamah Mansyur (Pengasuh PP. An-Nasuha Pabedilan), KH. Marzuki Wahid (PP. Darut Tauhid Arjawinangun – Dir. Fahmina Institute Cirebon), Pendeta Sugeng Dariad (GKI Cirebon) serta dimoderatori oleh Sobih Adnan (ISIF Cirebon). Dalam kesempatan pertamanya KH. Marzuki Wahid banyak mengungkapkan bagaimana seharusnya seorang penganut agama agar menghormati dan menyayangi penganut agama yang lain. Sedangkan Pdt. Sugeng juga banyak memaparkan tentang kesamaan misi agama-agama yang tak lain berujung pada ajaran cinta kasih dan perdamaian. Sementara itu KH. Usamah Mansyur juga menyampaikan bahwa sikap toleransi sama sekali tidak akan mengganggu keimanan seseorang, karena toleransi hanya berlaku dalam ruang sosial, bukan dalam pembahasan teologi maupun ajaran.

Diskusi ini dihadiri oleh beberapa delegasi sekolah tingkat atas yang berlatar belakang keagamaan di wilayah III Cirebon, diantaranya MANU Putera dan Puteri Buntet Pesantren, SMA BPK Penabur Cirebon, serta MA. KHAS PP. Kempek Cirebon. Media silaturrahmi yang berlangsung kurang lebih 3 jam tersebut berlangsung lancar dan akrab. “Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Insyaallah dalam beberapa bulan ke depan akan digelar kemah pelajar lintas agama, mudah-mudahan ruang-ruang silaturrahmi seperti ini dapat menjadi sumbangsih tersendiri dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia tercinta”. Papar Casiwan Abdullah (Ketua PC. IPNU Kab. Cirebon) yang ditemui usai acara. Ob/IPNU

Posted on 29 July 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: